Menu Close

10 Artis Indonesia Yang Merambah Bisnis Busana Muslim, Semakin Tajir!

bisnis busana muslim

Hingga separuh bulan Ramadan, dia sudah mencatatkan omzet penjualan sampai Rp 1 miliar. Ramadan saat ini Nina mengeluarkan produksi pakaian jenis casual yg didesain untuk kegiatan sehari-hari. Kemudian jenis signature buat moment spesial seperti hari raya dan Office buat wanita pekerja kantoran. Vida mulai berkecimpung di negara fashion sejak 5 1 tahun yang lalu, berawal untuk hobi memang.

bisnis busana muslim

Jualan pun semakin laris karena sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Bahan dan design pakaian akan menjadi pertimbangan belakang setelah harga cocok. Hal pertama yang nusigr??ti dilakukan ialah melakukan study ke pasar untuk tahu persis baju model apa yang sedang ngetrend.

Utamakan promosi lewat dunia maya, mengingat saat ini transaksi online di dunia maya semakin meningkat. Lalu sisa uang Rp 1 juta lainnya bisa dimasukkan ke dana darurat. Berjualan secara online bisa dilakukan dengan berbagai cara misalnya memanfaatkan sosial media, marketplace ataupun memiliki toko online sendiri di website. Misalnya mengenai deskripsi perusahaan secara umum, keterangan informasi mengenai produk yang dijual, keterangan operasionalserta model bisnis yang akan dijalankan.

Juga motif bordirnya rapi, tidak ada kerutan dan motifnya beda. Ekspektasi atau harapan konsumen kelompok ekonomi kelas atas terhadap pakaian muslim yang akan digunakannya pasti berbeda dengan ekspektasi atau harapan konsumen kelompok kelas bawah. Di sini lah Ibu harus pandai-pandai untuk mengetahui apa ekspektasi mereka.

Dewi Permata, 24 tahun, masih duduk di semester akhir Universitas Padjajaran. Tetapi, Dewi kini telah menjadi owner brand name busana muslim syar’i, Kiciks Muslimah. Nah, apabila Kamu mengajukan permodalan usaha pada platform P2P LendingsepertiKoinWorks, Kamu bisa mendapatkan modal telah dari Rp10 juta hingga Rp2 miliar.

Menurut saya, jika ingin membuat pakaian muslim sendiri, pantasnya tempat menjualnya adalah butik. Dan karena di butik, Ibu tidak harus memproduksi dengan jumlah yang banyak. Misalnya, boleh jadi untuk kelompok kelas atas, sangat sensitif terhadap jenis bahan pakaiannya.

Nina memulai memproduksi dan memasarkan sendiri dua label miliknya adalah Saniyya dan Sharia. “Karena jumlah permintaan yang lebih besar saat ini tidak sebanding dengan produksi yang ia lakukan sehingga membuat transmisi ke barang kepada Distributor agak terlambat. Untuk itu ya sedang mempersiapkan dan membenahi proses produksinya, ” tegas Heri. Sementara itu aral yang dirasakan Agen ialah keterlambatan pengiriman produk yg dipesan karena banyaknya pesanan. Hal ini dibenarkan Heri pemilik Exora Distro, aral yang dialami selama melakukan usaha ini ialah tentang proses produksi.

Selain modal yang sangat terjangkau, upah yang disarankan pemilik keagenan amat menjanjikan. Keuntungan berupa gaya harga setiap kali pembelian produk juga cukup menggairahkan. Bisnis ini pun amat menggiurkan dan banyak diburu oleh para perempuan muslimah yang notabene menjadi targeted utama dari bisnis di sini.. Karena itu, bisnis menghasilkan mengantarkan Anda menjadi pengangguran kaya raya.