Menu Close

Lebih Membantu, Coba Cari Untung Untuk Bisnis Tanaman Hias

bisnis tanaman

Pengalaman pahit lain, ada juga pelanggan yang protes lantaran merasa tanaman yang dikirim tidak sesuai dengan gambar di akun Instagram. Dalam rangka memenuhi permintaan pasar, sebagian petani di Dataran Kempas juga beralih dari menanam sawit menjadi jahe. Kelompok itu juga bekerja sama dengan petani di desa tetangga untuk menyediakan bahan baku. Pendapatan kami pun naik hingga 50%, ” kata Ketua Kelompok Wanita Tani Mekar Wangi Rita Ayuwandari, saat siaran pers, Mei lalu (13/05/2020). Dan tanaman herbal lebih banyak didapat dari mitra asal Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Meningkatnya permintaan pengganti daging yang diikuti dengan tumbunya preferensi konsumen pada makanan vegan merupakan faktor lain yang diperkirakan dapat meningkatkan permintaan pasar global. Di era digital seperti saat ini, Anda bisa memanfaatkan internet sebagai media promosi yang gratis. Untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan foto, video maupun konten lainnya lalu unggah di media sosial agar dapat menjangkau konsumen dengan cepat dan tepat. Meskipun begitu, sampai saat ini Dea belum berencana untuk mulai berjualan di marketplace lain yang lebih besar.

bisnis tanaman

Untuk proses pemupukan, kali pertama menggunakan kompos dari kotoran kambing. Estimasi volume penggunaannya di lahan 1 hektare sekitar 200 kilogram. Selang sebulan kemudian setelah proses tanam, dilakukan lagi pemupukan kedua yang masih menggunakan kompos kambing.

Menurut VP of Corporate Services TaniHub Group Astri Purnamasari, pendapatan mitra petani meningkat 50% setelah bergabung, sementara produktivitasnya naik 30%. Konfirmasitimes. com-Jakarta (12/09/2020). Pandemi Covid-19, petani herbal menuai untung tersendiri. Tercatat jahe, kunyit, temulawak dan tanaman herbal lainnya banyak diburu pelanggan. “Kebetulan karena ini aku termasuk home industri aku tuh dari bulan Juni sendiri, paling dibantuin sama asisten di rumah tapi per awal bulan ini aku mulai ada partner bertiga, ” ujarnya. Dilansir dari AP News, meningkatnya konsumsi jamur komersial di supermarket, restoran, hotel dan kafetaria dapat mendongkrak permintaan pasar dari tahun 2018 hingga 2026.

“Belum berani karena takutnya banyak yang di luar kota dan malah kita yang gak bisa handle. Yang penting jalan dulu dan jaga kualitas tanamannya supaya sampai dengan selamat di tangan konsumen, ” jelasnya. Baginya, untuk mulai berjualan di media sosial, pengusaha bisa saja bermodalkan kamera smartphone. “Kalau dulu kan harus kamera DSLR, sekarang smartphone aja cukup, nanti bisa di-edit, ” tambahnya.

“Bisa mulai dari nonton video online, enggak mesti sarjana pertanian. Saya saja awalnya belajar sendiri, ” papar Teguh.

Jamur sebagai salah satu sumber protein dari dulu hingga saat ini banyak sekali diminati oleh masyarakat, utamanya untuk mereka yang vegetarian. Jamur bisa menjadi salah satu sumber protein nabati yang paling dicari lantaran rasanya pun lezat. Modal yang diperlukan dalam berbisnis ini yaitu aneka jenis saprotan, sebidang tanah untuk memajang aneka pot ukuran besar sampai humus, dan rak untuk memajang aneka ragam pot kecil dan unik. “Dikhawatirkan dengan harga yang menurut aku sudah luar biasa gila ini. Masalahnya cuma di stok barang saja, ” ujarnya.