Menu Close

Moncernya Marketing Makanan Beku, Simak Kisah Sukses Pelaku

bisnis makanan frozen

Produk Krauk diolah dari bahan baku seafood seperti ikan, udang, cumi, dan kepiting. Sebelum menentukan jenis makanan beku yang akan anda jual, lebih baik anda melakukan riset terlebih dahulu dan mencari tren supaya meningkatkan penjualan dan semakin laku di pasaran.

Ia membuat ciri khas produk frozen food yang rendah gluten dan selalu menambahkan sayuran untuk melengkapi nutrisi produk buatannya. Agar produk rendah gluten, ia masih menggunakan tepung terigu namun dalam jumlah sedikit hanya untuk melapisi nugget ketika diberi tepung panir. Ia mengganti tepung terigu dengan roti sehingga nugget menjadi lebih empuk. Ia juga mengaku produknya tidak menggunakan pengawet, MSG maupun pewarna dan awet hingga 6 bulan. Dengan menu bento seperti Spicy Chicken Nugget, Shrim Roll, Chicken Katsu, Egg Chicken Roll, Breaded Chicken Ball, Ekkado dan lain lain.

bisnis makanan frozen

Tak heran jika banyak frozen food diberi tambahan penyedap rasa untuk menambahkan cita rasa daging lebih gurih, dan agar tahan lebih lama ditambahkan bahan pengawet makanan. Sebelum mulai terjun di dunia bisnis frozen food atau bisnis apapun itu, kamu perlu menanamkan komitmen serta disiplin yang kuat di dalam diri kamu sendiri.

Cobalah untuk lebih menekankan kuantitas yang terjual daripada untung yang diperoleh. Dengan modal tersebut, bisa digunakan untuk memesan produk dan otomatis bisa mendapatkan fasilitas berupa potongan harga sebesar 10% dari harga normal produk. Krauk salah satu waralaba frozen food yang sudah eksis sejak tahun 2009. Harga jual Krauk juga tidak terlalu mahal sekitar Rp 14. 000, 00 — Rp 33. 000, 00 per bungkusnya.

Ia membuat frozen food ala menu bento karena menu ini banyak digemari masyarakat dan dibuat mirip seperti di menu bento resto. Ia menjual frozen food menu bento ini seharga Rp 20 ribu sampai 40 ribu per pack isi 250 gram. Adapula frozen food curah yang belakangan banyak dijumpai di pasar tradisional dengan berbagai merek, kemasan, dan harga. Bahkan ada beberapa yang dijual tanpa menggunakan fasilitas pendingin yang memadai, sehingga kurang aman dikonsumsi. Semakin banyak jumlah tepung yang dimasukkan dalam adonan, membuat rasa olahan daging akan berkurang, tekstur semakin keras, dan citarasanya kurang enak.